Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

Cara Setting SSH dan Telnet

Posted by Unknown On Wednesday, May 22, 2013 3 comments
Cara konfigurasi SSH dan Telnet
1.    apa kegunaan utama telnet?
Kegunaan utama telnet adalah untuk “remote login” dari PC ke PC lain dalam jaringan.

2.    Jelaskan perbedaan antara telnet dan ssh!
Berbeda dengan telnet yang menggunakan plain text dan tidak ada enkripsi data selama proses komunikasi, SSH melakukan enkripsi data selama proses komunikasi sehingga menyulitkan penyusup/intruder yang mencoba mendapatkan password yang tidak dienkripsi.

3.    Jelaskan Cara instalasi dan konfigurasi telnet!
Cara instalasi telnet :
-    Masuk sebagai user root
-    Install telnetd dengan perintah : #apt-get install telnetd
 Cara Setting SSH dan Telnet

Cara konfigurasi telnet :
-    Masuk sebagai user root
-    aktifkan konfigurasi telnetd dengan membuka file /etc/inetd.conf.
Cara Setting SSH dan Telnet

-    untuk mengaktifkan telnetd, hilangkan tanda # pada baris "#telnet stream tcp nowait telnetd.telnetd /usr/sbin/tcpd/usr/sbin/in.telnetd".
-    Restart service inetd menggunakan perintah /etc/init.d/openbsd-inetd restart.
 Cara Setting SSH dan Telnet

Tes telnet ke computer 10.252.44.79 dengan user bahtiar.
 Cara Setting SSH dan Telnet


4.    Jelaskan Cara instalasi dan konfigurasi ssh!
Cara instalasi dan konfigurasi SSH :
-    Masuk sebagai root
-    Install paket ssh dengan cara memasukkan command apt-get install ssh.
 Cara Setting SSH dan Telnet
-    instalasi ssh berhasil
 Cara Setting SSH dan Telnet

Tes  SSH ke computer 10.252.44.79 dengan user bahtiar.
 Cara Setting SSH dan Telnet

5.    jelaskan cara konfigurasi SSH tanpa password!
Cara konfigurasi SSH tanpa password :
-    Masuk sebagai root
-    Buat ssh keygen dengan memasukkan perintah ssh-keygen dan jika berhasil maka muncul informasi seperti ini.
Catatan : Selama instalasi akan diminta memasukkan passphrase/key silahkan masukkan, Jika ingin pengaturan default cukup tekan enter.
 Cara Setting SSH dan Telnet

-    Kopikan public-key user ke computer lain (10.252.44.79). Ketika anda pertanyaan tekan enter jangan memasukkan key apapun.
 Cara Setting SSH dan Telnet

-    Untuk membuktikan ssh tanpa password berhasil, Coba melakukan login ssh ke komputer tujuan (computer yang dibackup) seharusnya tidak perlu ada user dan password langsung masuk. Jika installasi berhasil maka tidak perlu memasukkan nama user dan password cukup tekan enter.
Pada gambar dibawah telah dicoba ssh tanpa password ke computer 10.252.44.79.
Cara Setting SSH dan Telnet

demikian Cara Setting SSH dan Telnet. silahkan mencoba.
READ MORE

Tugas Cara Membuat IP Subnetting

Posted by Unknown On Thursday, April 18, 2013 1 comments
Cara Setting IP Subnetting. dalam membuat jaringan sudah tentu kita harus mengetahui cara setting ip hal ini wajib hukumnya, mengingat pentingnya fungsi pengalamatan pada sebuah jaringan. dengan mempelajari ip subnetting, kita tahu bagaimana cara membuat ip kelas A, B dan C.
kita juga dapat memutuskan apakan kita akan membutuhkan ip subnetting yang cocok dengan jaringan yang akan kita bangun nantinya. disini ada beberapa contoh dari ip subnetting, baik ip kelas A, B maupun C.
 
IP Address    192.168.3.45
Netmask    255.255.0.0
Network Address    192.168.0.0
Broadcast Address    192.168.255.255
Host of Bits    16
Number of Hosts    65534
Host Range IP    192.168.0.1 – 192.168.255.254

Cara Membuat IP Subnet

IP Address    202.32.45.67
Netmask    255.255.255.0
Network Address    202.32.45.0
Broadcast Address    202.32.45.255
Host of Bits    8
Number of Hosts    254
Host Range IP    202.32.45.1 – 202.32.45.254



IP Address    56.131.4.72
Netmask    255.255.255.240
Network Address    56.131.4.72
Broadcast Address    56.131.4.87
Host of Bits    4
Number of Hosts    14
Host Range IP    56.131.4.73 – 56.131.4.86


IP Address    202.9.85.34
Netmask    /28
Network Address    202.9.85.32
Broadcast Address    202.9.85.47
Host of Bits    4
Number of Hosts    14
Host Range IP    202.9.85.33 – 202.9.85.46


IP Address    202.9.85.34
Netmask    /29
Network Address    202.9.85.32
Broadcast Address    202.9.85.39
Host of Bits    3
Number of Hosts    6
Host Range IP    202.9.85.33 – 202.9.85.38


IP Address    202.154.187.33
Netmask    /30
Network Address    202.154.187.32
Broadcast Address    202.154.187.35
Host of Bits    2
Number of Hosts    2
Host Range IP    202.154.187.33 – 202.154.187.34

READ MORE

Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS

Posted by Unknown On Tuesday, April 16, 2013 0 comments
1.    Hasil analisa perintah tripwire –check
Hasil dari tripwire –check adalah pembuatan report hasil cek yang ada di /var/lib/tripwire/ yang berisi laporan tentang kondisi system ketika tripwire diinstal.

Nama report merupakan nama host yang diikuti oleh tanggal dan jam. Seperti dekbian-20130415-100600.twr. dekbian = nama host computer kita. 20130415 = tanggal pembuatan report yaitu tanggal 15 april 2013. 160600 = jam pembuatan report yaitu jam 4 sore, menit 6 dan detik 00.

Isi dari report tersebut antara lain :

Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS
Report dibuat oleh root pada tanggal 15 april 2013 pada host dekbian.
police file yang digunakan  = tw.pol,
konfigurasi yang digunakan  = tw.cfg
database yang digunakan = dekbian.twd

 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS
Dari gambar diatas terjadi penambahan 1 data dengan security level 100 dan konfigurasi pada folder /etc pada security level 66. Total objek yang discan 58117 dan pelangaran / perubahan yang ditemukan 302.

 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS
Sebelumnya telah disebutkan bahwa ada penembahan data. Disini dijelaskan bahwa penambahan data yang dimaksud adalah file dekbian.twd yang berupa database tripware pada folder /var/lib/tripwire pada security level = 100.
Adapuun modifikasi yang dilakukan adalah pada folder /etc/tripwire pada security level = 66.


2.    Kerjakan langkah-langkah dan analisa hasilnya
a.    Ubah file policy twpol.txt
b.    Tambahkan source code
 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS

c.    Lakukan enkripsi
 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS

d.    Ubah file konfigurasi smtp
 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS

e.    Lakukan enkripsi
 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS

f.    Jalankan perintah tripwire –test –email root@localhost
 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS

g.    Cek email
 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS


3.    Buat file kosong
 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS

4.    Lakukan tripwire --check
Hasil nya :
 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS
Report dibuat oleh root pada tanggal 16 april 2013 pada host dekbian.
police file yang digunakan  = tw.pol,
konfigurasi yang digunakan  = tw.cfg
database yang digunakan = dekbian.twd


 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS
Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS
Terjadi penambahan 1 data file dan 1 modifikasi dengan severity level 100. Disamping itu juga ada penambahan pada system boot changes sebanyak 2 perubahan dan 3 modifikasi. Dan pada konfigurasi ada 1 penmbahan serta 5 modifikasi. Pada root config files ada penambahan 6 konfigurasi dan 1 modifikasi.
Total objek yang discan 58624 dan pelangaran / perubahan yang ditemukan 1150.

 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS
Ada penambahan data pada rule tripwire data files yaitu dekbian.twd.

 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS
Adapun pada system boot changes adalah penmbahan data mainlog.1 dan syslog.1. juga terdapat modifikasi pada mainlog dan syslog.


 Cara Membuat TRIPWIRE Hostbase IDS
Penambahan data pada tripwire data file adalah newfile.sh pada rule other configuration files dan juga modifikasi pada folder /etc.

5.    Bandingkan hasil analisa pada no 1 dan no 4
Adanya perubahan sesuai dengan perubahan yang kita lakukan baik penambahan data maupun modifikasi data serta konfigurasi lainnya. Diantaranya :
-    Penambahan file newfile.sh, dimana pada report pada no 1 tidak ada namun pada report no 4 ada report penambahan newfile.sh.
-    Kedua report terdapat Penambahan data dekbian.twd. namun pada report no 1 tidak ada modifikasi pada dekbian.twd seperti pada report no 4.
-    Kedua report terdapat  Modifikasi pada tw.cfg dan twcfg.txt
-    Kedua report terdapat  Modifikasi pada pol.cfg dan twpol.txt
-    Terdapat penambahan data pada folder /root dengan file newfile.sh pada rule root config files.



LATIHAN
1.    Kesimpulan praktikum yaitu setiap perbahan yang ada tercatat oleh tripwire dan disimpan pada nama_host.twd yang merupakan database tripwire. Setiap perubahan yang dicatat dianggap violation dengan serenity level yang berbeda-beda. Bentuk report tripwire terdapat pada folder /var/lib/tripwire dengan extensi file nama_report.twr. file report akan dibuat oleh tripwire ketika kita melakukan perintah tripwire –check.

2.    Cara kerja tripwire adalah dengan mencocokkan file yang dicatat pada database tripwire dengan keadaan system linux saat ini. Jika ada perubahan maka akan dicatat oleh tripwire sebagai violation. Semuanya dilakukan dengan panduan policy pada tw.pol yang terenkripsi pada twpol.txt.
READ MORE

Cara Mengatasi Error Tripwire Hostbase IDS

Posted by Unknown On 0 comments
Cara Mengatasi Error Tripwire Hostbase IDS

untuk dapat menjalankan tripwire --check kita harus menjalankan :
- chmod 0600 tw.cfg tw.pol
- twadmin --create-cfgfile --cfgfile ./tw.cfg --site-keyfile ./site.key .twcfg.txt
- twadmin --create-polfile --cfgfile ./tw.cfg --site-keyfile ./site.key .twpol.txt
- tripwire --init --cfgfile /etc/tripwire/tw.cfg --polfile /etc/tripwire/tw.pol --site-keyfile /etc/tripwire/site.key --local-keyfile /etc/tripwire/nama_host-local.key
(nama_host = nama komputer linux yang dipakai)

jika tidak dilakukan hal diatas maka hasil error nama_host.twd.
Cara Mengatasi Error Tripwire Hostbase IDS

nama_host.twd adalah database tripwire (contoh diatas adalah dekbian.twd) yang harus dibuat untuk menjalankan tripwire --check.

READ MORE

Contoh Model Keamanan NSTISSC

Posted by Unknown On Friday, March 29, 2013 0 comments

NSTISSC Security Model

Komite Nasional Sistem Keamanan (CNSS) sebelumnya dikenal sebagai Telekomunikasi NationalSecurity dan Sistem Informasi Komite Keamanan (NSTISSC). Model CNSS keamanan, juga dikenal sebagai Cube McCumber.

Model Keamanan NSTISSC memberikan perspektif yang lebih rinci tentang keamanan. Kubus 3 dimensi terbagi menjadi kubus kecil sebanyak 3x3x3 dengan 27 sel yang mewakili daerah-daerah yang harus diatasi untuk mengamankan sistem informasi saat ini. Untuk memastikan keamanan sistem, masing-masing dari 27 sel harus benar-benar diperhatikan selama proses keamanan.
 

Contoh Model Keamanan NSTISSC


Pada gambar diatas terdapat 3 sumbu yaitu x,y dan z. sumbu x merupakan keadaan data yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu storage, processing dan transmission. Begitu juga pada sumbu y yang merupakan sifat data, ada 3 bagian yaitu confidentiality, integrity dan availability. Pada sumbu z yang merupakan tujuan data juga mempunyai 3 bagian yaitu policy, education dan technology.

Sifat data pada model keamanan NSTISSC

1.      Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
2.      Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
3.     Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).
           
Keadaan data pada model keamanan NSTISSC
  1. Storage (penyimpanan)
  2. Processing (pengolahan)
  3. Transmission (transmisi)

Tujuan data pada model keamanan NSTISSC

  1. Policy (kebijakan)
  2. Education (pendidikan)
  3. Technology (teknologi)


Contoh :

  1. Paypal
Data paypal bersifat rahasia (Confidentiality) karena merupakan data pribadi yang orang lain tidak dibolehkan tahu.
Data paypal berada pada keadaan transmission karena data dapat dipindahkan dari paypal ke web penyimpanan lainnya.
Data paypal ditujukan untuk policy karena setiap user mempunyai kebijakan dalam penggunaan data di paypal.

  1. Facebook
Data facebook bersifat availability karena user dapat menggunakan data setiap waktu jika diperlukan.
Data facebook berada pada keadaan storage dimana data di facebook digunakan untuk media penyimpanan saja.
Data facebook ditujukan untuk policy dimana user dapat mengambil kebijakan siapa saja yang dapat mengakses datanya dan siapa yang tidak dapat mengakses.

  1. Google search engine
Data google bersifat availability karena user dapat mengakses data setiap saat jika dibutuhkan.
Data google berada pada keadaan storage dimana data google merupakan tempat rujukan data.
Data google ditujukan untuk education karena siapa saja dapat menggunakan data google untuk untuk menunjang pendidikan.
READ MORE

Fungsi Model OSI dan TCP/IP

Posted by Unknown On Thursday, March 21, 2013 0 comments
Review Model OSI dan Model TCP/IP


Model OSI

Model OSI ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model). Seperti namanya model OSI mempunyai 7 lapisan layer yaitu :

7. Application
6. presentation
5. session
4. transport
3. network
2. datalink
1. physical

Sebelum membahas tentang fungsi ke 7 layer tersebut terlebih dahulu kita lihat definisi dari Model OSI. Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1977. Berikut merupakan gambar dari model OSI 7 Layer.

Fungsi Model OSI dan TCP/IP

Fungsi Layer Model OSI

7. Application.
Fungsi dari application layer adalah sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Seperti telah diketahui bahwa layer 7 adalah layer yang paling tinggi dari layer lainya. Dimana  seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini. Adapun Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
6. Presentation.
Layer kedua dibawah layer application adalah layer presentation. Layer ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah seperti layanan Workstation (dalam windows NT).
5. Session
Layer session ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan.
4. Transport
Layer transport berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3. Network
Adapun layer network berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router.
2. Data Link
Sementara layer datalink befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Perlu diketahui bahwa 1 frame = 1500 bites atau setara dengan 12000 bit.
1. Physical
Layer terakhir adalah layer physical yang merupakan layer paling bawah dalam model OSI. Layer ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Gambar model OSI dibawah dapat memberikan pengertian lebih lengkap tantang fungsi model OSI pada tiap-tiap layernya.

Fungsi Model OSI dan TCP/IP

Bagaimana suatu data terkirim dari source ke destination ?

Aliran data dari pengirim ke penerima dimulai dari layer teratas model OSI yaitu layer application. Aplication layer mengirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer.

Pada physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah ke layer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data link layer, data link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer communication”. Seperti pada gambar pengiriman data model OSI dibawah ini.

Fungsi Model OSI dan TCP/IP

Proses pengiriman data tidak lepas dari yang namanya encapsulation (pembungkusan) dan decapsulation (pembukaan bungkus). Pembungkusan terjadi pada tiap-tiap layer pada model OSI. Sebagaimana terlihat pada gambar encapsulation dibawah.

Fungsi Model OSI dan TCP/IP

Model TCP/IP

Model TCP/IP adalah model layer yang lebih mudah dipahami daripada model layer OSI. Dan memang adanya model TCP/IP merupakan jawaban model OSI yang telah ada terlebih dulu dengan sedikit penyederhanaan. 
TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol ) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas.
Pola penyederhaan dari model OSI dan model TCP/IP dapat dilihat pada gambar dibawah ini. 

Fungsi Model OSI dan TCP/IP

Fungsi Model TCP/IP
4. Application
Seperti halnya model OSI pada model TCP/IP layer application juga merupakan layer paling atas, dimana mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP) dll.
Layer application pada model TCP/IP ini merupakan gabungan dari empat layer pada model OSI yaitu application, presentation dan session serta transport yang semuanya bekerja pada sisi software.

3. Transport
Adapun layer transport berfungsi untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast, yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).
2. Network
Layer ini berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP) dll.
1. Link

Layer ini berfungsi untuk meletakkan paket jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).


Proses Encapsulation Model TCP/IP

Proses pengiriman data tidak lepas dari yang namanya encapsulation (pembungkusan) dan decapsulation (pembukaan bungkus). Pembungkusan terjadi pada tiap-tiap layer pada model TCP/IP. Sebagaimana terlihat pada gambar encapsulation dibawah.

Fungsi Model OSI dan TCP/IP


READ MORE